Jembatan Lampu Gandoriah Tempat Liburan serta Objek Wisata Malam di Pariaman yang Banyak Pengunjung

Jembatan Lampu Gandoriah Pantai Pariaman yang Menjadi Tempat Favorit Berfoto

Jika berkunjung ke Sumatera Barat jangan lupa berkunjung ke Kota Pariaman. Pariaman sudah lama menjadi tempat wisata yang selalu ramai pengunjung. Pada tahun belakangan ini Pemerintah Kota Pariaman telah banyak membangun dan merenovasi tempat objek wisata agar membuat pengunjung senang dan nyaman berlibur ke Pariaman. 
Jembatan Lampu Gandoriah
Jembatan Lampu Gandoriah
Selain pentas seni dan lapangan bermain di pantai Pariaman ada satu lagi objek wisata yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan di daerah Sumatera Barat dan luar daerah Sumatera Barat yaitu Jembatan Lampu Gandoriah. 

Pembangunan Jembatan Lampu Gandoriah ini di mulai kira-kira sejak tahun 2016 dan sudah bisa dilalui oleh kendaraan sekitar akhir Desember 2016. Ada dua buah jembatan yang di bangun oleh Pemkot Pariaman ini dan memiliki bentuk dan design arsitektur yang berbeda namun keduannya memiliki keindahan yang bisa di bilang lebih indah dari objek wisata lainya karena menjadi tujuan nomor 1 oleh wisatawan saat ini.

Sekarang ini lebih banyak pengunjung yang datang saat malam hari dibandingkan waktu sebelumnya. Karena Jembatan Gandoriah memancarkan keindahannya saat malam hari. Tidak hanya pemandangan di atas jembatan saja namun dilihat dari kejauhan pun jembatan ini sangat terang dan serasa memanggil untuk dikunjungi.

Tidak hanya pemuda-pemudi saja yang datang namun juga banyak sekeluarga yang ingin menikmati pemandangan Jembatan Gandoriah ini. Admin juga penasaran dan mengunjungi objek wisata tersebut pada malam hari dan mendapat foto pemandangan yang bagus.
Jembatan Lampu Gandoriah
Jembatan Lampu Gandoriah dari kejauhan

Jembatan Gandoriah dilihat dari bawah
Jembatan Gandoriah dilihat dari bawah

Jembatan Gandoriah dilihat dari atas jembatan
Jembatan Gandoriah dilihat dari atas jembatan

Bagi anda yang suka selfi pasti tidak akan ketinggalam untuk datang mengunjungi tempat objek wisata ini.

Pembahasan Soal Kelas X Sosiologi - Kajian Mengenai Masyarakat Soal


Berikut adalah pembahasan soal Sosiologi tentang Kajian Mengenai Masyarakat

1. Apakah yang dimaksud dengan sosiologi?
Sosiologi berarti pengetahuan tentang perkawanan atau pertemanan. Pengertian pertemanan ini kemudian diperluas cakupannya menjadi sekelompok manusia yang hidup bersama dalam suatu tempat, atau bisa disebut dengan masyarakat. Dengan demikian, sosiologi diartikan sebagai pengetahuan tentang hidup bermasyarakat



2. Uraikan tujuan mempelajari sosiologi!
Tujuan sosiologi adalah untuk meningkatkan kemampuan manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Jadi, objek formalnya tersebut berfungsi sebagai penuntun adaptasi di masyarakat.

3. Deskripsikan latar belakang lahirnya sosiologi di Eropa secara singkat!
Pada abad ke-19, seorang filsuf Prancis bernama Auguste Comte (1798–1857) mengemukakan kekhawatirannya atas keadaan masyarakat Prancis setelah pecahnya Revolusi Prancis. Dampak revolusi tersebut, selain menimbulkan perubahan positif dengan munculnya iklim demokrasi, revolusi juga telah mendatangkan perubahan negatif berupa konflik antarkelas yang mengarah pada anarkisme di dalam masyarakat Prancis. Konflik ini dilatar belakangi oleh ketidaktahuan masyarakatnya dalam mengatasi perubahan atau hukum-hukum seperti yang dapat digunakan untuk mengatur stabilitas masyarakat.

4. Sebutkan maksud sosiologi sebagai ilmu dan sosiologi sebagai metode!
Sebagai ilmu, sosiologi memiliki teori-teori yang telah dibangun dari konsep-konsep dasar dan metode ilmiah tentang manusia dalam kehidupan masyarakat.
Sosiologi sebagai metode, untuk mempelajari objek yang menjadi kajiannya sosiologi.

5. Sebutkan ruang lingkup sosiologi!
Ruang lingkup utama sosiologi dari objek masyarakat tersebut adalah gejala, proses pembentukan, serta mempertahankan kehidupan masyarakat, juga proses runtuhnya
sistem hubungan antarmanusia.

6. Sebutkan metode-metode yang digunakan dalam mempelajari sosiologi!
Metode-metode yang digunakan dalam mempelajari sosiologi ada dua yaitu metode kualitatif dan metode dan kuantitaf

7. Uraikan konsep-konsep dasar sosiologi
konsep dasar yang sering digunakan dalam sosiologi, yaitu sebagai
berikut.
a.   Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial (norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok serta lapisan sosial.
b.  Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh timbal balik antara segi kehidupan ekonomi dan segi kehidupan politik, antara segi kehidupan hukum dan segi kehidupan agama, antara segi kehidupan agama dan segi kehidupan ekonomi, serta yang lainnya. Salah satu proses sosial yang bersifat tersendiri ialah dalam hal terjadinya perubahan-perubahan dalam struktursosial.
c.    Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup seluruh lapisan dalam struktur sosial dan jalinan hubungan dalam masyarakat.
d.     Organisasi sosial adalah aspek kerja sama yang mendasar, yang menggerakkan tingkah laku para individu pada tujuan sosial dan ekonomi tertentu.
e.     Institusi sosial adalah suatu sistem yang menunjukkan bahwa peranan sosial dan norma-norma saling berkaitan dan telah disusun guna memuaskan suatu kehendak atau fungsi sosial.

8. Deskripsikan mengenai unsur-unsur yang terdapat dalam sistem sosial.
Menurut Alvin L. Bertrand, unsur-unsur pokok "sistem sosial" adalah sebagai berikut:
a.       Kepercayaan dan Pengetahuan
b.      Perasaan
c.       Tujuan
d.      Kedudukan (status) dan Peran (role)
e.       Kaidah atau Norma
f.       Kekuasaan
g.       Sanksi
h.      Fasilitas

9. Uraikan sosiologi sebagai ilmu yang mengkaji masyarakat dan lingkungan!
Sosiologi mempelajari pola-pola hubungan dalam masyarakat dan lingkungannya serta mencari pengertian-pengertian umum secara rasional dan empiris. Oleh karena itu, sosiologi umumnya mempelajari gejala-gejala (fenomena) masyarakat yang normal atau teratur dalam lingkungannya. Akan tetapi, tidak selamanya keadaan gejala-gejala menjadi normal seperti yang dikehendaki masyarakat yang bersangkutan.

10. Akhir-akhir ini masalah-masalah sosial sering terjadi. Deskripsikan menurut pendapat Anda mengapa hal tersebut terjadi?
a.      Masalah sosial karena faktor ekonomis, misalnya kemiskinan, dan pengangguran.
b.      Masalah sosial karena faktor biologis, misalnya penyakit menular.
c.      Masalah sosial karena faktor psikologis, misalnya goncangan jiwa (gila).
d.    Masalah sosial karena faktor kebudayaan, misalnya kenakalan remaja, atau konflik ras

KLIPING TARI GALOMBANG SUMATERA BARAT

A.    Pengertian Tari Galombang
Tari galombang adalah salah satu tari tradisional Minangkabau yang hampir dimiliki oleh setiap daerah. Tarian ini selalu ditampilkan pada upacara penyambutan tetamu yang dihormati seperti Ketua adat atau Penghulu, Guru Silat, dan Penganten. 

B.     Bentuk Tarian Galombang
Dalam bentuk dua baris berbanjar ke belakang, tarian aslinya ditarikan oleh puluhan lelaki, ada yang bentuknya menghadap kepada tetamu satu arah sahaja, dan ada pula yang dua arah. Istilah dalam tari ini pun bermacam-macam pula, seperti bagalombang (menarikan galombang), galombang duo baleh Tari yang ditarikan 12 orang), galombang manyongsong (dalam bentuk satu arah) , dan galombang balawanan (dalam bentuk dua arah dari pihak tuan rumah dan dari pihak tetamu). Di Kota Padang tari galombang dua arah ini masih dikekalkan dalam penobatan Penghulu atau ketua adat di Koto Tangah.
Merujuk pada tajuk tarian ini di mana kata-kata galombang diambil daripada alam iaitu air laut yang bergelombang. Pergerakan tarian yang berawal dari aktiviti silat tersebut tercipta dari bentuk variasi gerak yang bentuknya seperti gelombang laut.Kemudian dengan mempergunakan olahan ritma, ruang, dan tenaga, maka terbentuklah pergerakan tari yang indah. Pergerakan yang terstruktur dengan indah dalam pelbagai tempo dinamik itu, terkadang dilakukan secara perlahan mengalun lembut, terkadang dalam tempo yang energik, cepat, kuat, dan tajam. Pergerakan seperti melukis garis di udara dalam bentuk lurus, bersiku, melengkung dalam volume besar, sedang, dan kecil.Dipadukan pula dengan aras tinggi, rendah, kuat, lemah, dan sebagainya.
Pergerakan silat yang digunakan sebagai asas tari galombang sangat terlihat padasikap kaki dan tangan, yang disebut dengan kudo-kudo, gelek, siku-siku, ambek, tapuak.Sedangkan pergerakan kaki dikenal dengan langkah duo dan langkah tigo, dan langkah ampek. Asas-asas pergerakan silat yang ditarikan oleh banyak penari lelaki dengan pola lantai dua baris berbanjar ke belakang menghasilkan tarian yang indah. Keindahannya jelas terlihat jika semua penari serempak bergerak tinggi kemudian merendah, sambil maju dan mundur dengan perlahan, seperti gelombang air laut.

C.    Tujuan Tari Galombang
MID Jamal (1982:21) menjelaskan pula bahwa “tari Galombang suatu tari tradisional yang berfungsi sebagai tari upacara yang di Minangkabau disebut tari adat”.
Tari adat ini bertujuan untuk menyongsong tetamu yang dihormati. Galombang artinya ombak yang bergulung-gulung menuju pantai. Kata kiasan galombang yang diberikan untuk sebutan suatu tari tersebut berhubungan dengan peristiwa penyambutan tamu dengan tarian tradisi Minangkabau, bahwa tamu-tamu yang datang disambut secara bergelombang atau beruntun dan teratur sampai menuju ke tempat duduknya. Tetamu dibawa dengan tarian Galombang sampai ke tempat duduknya, seumpama sebuah sampan atau sekoci dibawa gelombang ke pantai dengan sukacitanya. Pepatah adat mengatakan “samo naiek jo galombang, samo turun jo sipocong”. Maksudnya, tamutamu yang datang itu sederajat dengan orang-orang yang menanti. Kesamaaan derajat ini dibuktikan bahwa di dalam kehidupan ibarat menempuh gelombang, ada naik turunnya.Naiknya seperti gelombang kelihatan indah, turunnya seperti sipocong, sipocong kiasan daripada buih yang terlihat sesudah ombak menghempas di pantai hilang ditelan pasir.
Navis (1986) pernah pula menulis bahwa tari Galombang lebih merupakan tarian upacara daripada permainan atau tontonan, yang dihidangkan pada upacara penobatan Penghulu. Pamerannya terdiri dari puluhan laki-laki yang terbagi dua kumpulan, yang masing-masing dipimpin oleh seorang tuo yang memberikan aba-aba. Setiap kelompok diiringi dengan bunyi-bunyian telempong dan puput batang tadi. Keduanya, merupakan pasukan pengawal iaitu pengawal rombongan tamu utama dan lainnya pengawal tuan rumah yang mengadakan jamuan. Rombongan tetamu, baik yang membawa marapulai maupun penghulu, datang ketempat penjamuan dengan didahului penari Galombang yang melangkah dengan langkah permain pencak yang disebut langkah empat. Setiap hendak membuat langkah maju, mereka bertepuk dengan aba-aba pimpinannya yang berada di depan, bagaikan dua pasukan pendekar silat yang hendak bertempur. Gerakan mereka mengembang lepas dengan tangan yang terbuka serta jari yang melentik. Gerakan badan merendah ketika melangkah kaki lebar-lebar, lalu meninggi dengan mengangkat sebelah kaki hampir setinggi lutut seperti alunan gelombang.
Alat bunyian talempong mengiringi di belakang. Semua gerakan tidak menyesuaikan diri dengan irama bunyi-bunyian, melainkan tergantung pada aba-aba yang membuat improvisasi berdasarkan rasa keindahan. Kira-kira lima puluh meter dari tempat acara, tetamu dinanti oleh kumpulan penari dari pihak tuan rumah. Dalam jarak kira-kira sepuluh meter ke hadapan, penari tuan rumah membuat gerakan mundur. Sedangkan penari daripada pihak tetamu terus maju. Bezanya dengan pencak, kedua kumpulan tidak melakukan gerakan menyerang atau menangkis.
Gerakan mereka terutama seperti gerakan pemain pencak dan situasi intai-mengintai langkah lawan. Tepat pada pintu gerbang, janang yang menjadi pemimpin upacara tampil ke tengah dengan langkah dan gerakan pencak seolah-olah melerai perkelahian. Semua penari melakukan gerakan mundur sampai tamu utama yang dikawalnya berada di depan mereka. Selesai itu peranan dipegang pemuka yang dituakan oleh kedua belah pihak. Dan tarian gelombang pun selesai. Dalam upacara penobatan penghulu tersebut dapat dijelaskan bahawa tari Galombang merupakan bahagian yang penting dan sangat mempunyai fungsi dan peranan. Pendapat Navis (1984: 244) yang mengkategorikan tari galombang ke dalam jenis tari upacara sangat tepat, kerana ditampilkan pada penobatan penghulu (kepala suku) dan majlis perkawinan yang ditarikan oleh puluhan lelaki dalam bentuk dua arah atau berlawanan tetapi tidak terjadi pertarungan.

D.    Perkembangan Tari Galombang
Di Koto Tangah terdapat pula tari galombang yang sama dengan yang dideskripsikan oleh Navis di atas, namun tari galombang di Koto Tangah hanya diperuntukkan untuk penghulu sahaja. Fungsi tari Galombang dalam upacara adat penobatan penghulu sebagai berikut:
1.      Galombang hanya ditampilkan untuk penghulu pucuk sahaja iaitu penghulu yang terpilih sebagai ketua dari segala penghulu di nagari tersebut. Jika galombang ditarikan maka masyarakat akan mengetahui bahawa tamu yang datang adalah Penghulu Pucuk. Maka dapat diambil kesimpulan bahawa tari Galombang merupakan tari kebesaran Penghulu.
2.      Galombang sebagai kehormatan, masyarakat Koto Tangah Padang yang sangat menghormati penghulunya, tampa pamrih apa-apa penari meninggalkan pekerjaannya demi menyambut penghulu dengan tarian galombang. Masyarakat merasa jika tari galombang tidak ditampilkan ketika penghulu datang pada suatu upacara adat, maka mereka akan mendapat bencana. Menari bagi penari galombang adalah sebuah pengakuan untuk menghormati dan meningkatkan derajat seorang pemghulu dan nagari mereka.
3.      Galombang sebagai kekuatan nagari, dengan menggunakan pisau, dan kedua kumpulan penari dari tempat yang sama. Dengan menampilkan pergerakan berupa silat, maka merupakan kebanggaan bagi nagari tersebut bahwa mereka mempunyai anak muda yang dapat membela kampung mereka. Bentuk pencak silat tidak lagi dalam hakekat silat adanya ancang-ancang, kudo-kudo, langkah duo, langkah tigo dengan kudo-kudo yang berkesan tangkas, tetapi hanya sebagai memperancak "pencak" atau memperindah tari galombang di mana pada mula pencak silat merupakan identity tarian galombang yang disebut dengan silek galombang.
4.      Silek galombang mempunyai hakekat yang sakti iaitu: pertama untuk memagar tamu yang dihormati agar tidak dimudarati oleh orang lain, kedua untuk mengalihkan pikiran tamu jika ia berniat jahat (Bahar Tanjung: Wawancara 17-2-2007). Dengan memperlihatkan bunga-bunga silat maka para tetamu akan tertipu, fikirannya yang jahat menjadi lenyap kerana menyaksikan pergerakan-pergerakan yang indah yang dilakukan oleh para pesilat/penari.
Pada setiap penampilan tari Galombang tradisional harus ada sirih lengkap yang akan disuguhkan kepada tetamu. Tujuan sirih yang lengkap dengan pinang dan kapur sirih, menurut adat menunjukkan basa-basi atau sopan santun kepada tetamu seperti para ketua adat, pejabat pemerintah, atau tamu agung lainnya. Tari galombang tradisional ini adalah terkategiroi pada art by destination, iaitu seni yang merupakan produk masyarakat tempatan yang berfungsi bagi masyarakat tersebut
.
Tari Galombang Kreasi dan Potensinya Industri Pelancongan
Tari galombang yang sering dipersembahkan bagi menyambut pelancong adalah tari galombang kreasi. Pergerakannya jauh berbeza dengan galombang asli. Tarian tersebut dominan ditarikan oleh perempuan. Pergerakannya tidak berkesan maskulin lagi seperti pergerakan silat namun lebih disesuaikan untuk ditarikan oleh perempuan. Persembahan tari galombang kreasi ini penarinya lebih didominasi oleh perempuan.
 Meskipun ada beberapa penari lelaki sebagai pembuka dalam bentuk silat tetapi hanya sebagai intro sahaja di awal tarian. Kadang kala penari laki-laki sebanyak 2 orang atau 4 orang sahaja yang berdiri paling hadapan mempragakan pergerakan silat sebagai pembuka tarian, selepas itu pergerakan tarian dilakukan oleh perempuan hingga tarian selesai. Perempuan menjadi icon yang sangat penting dalam persembahan tarian galombang tersebut. Pengalaman penulis ketika memegang entertainment/kumpulan Tari Jurusan sendratasik UNP (tahun 2000 - 2004). Jika orang meminta tari galombang untuk suatu majlis selalu menanyakan: apakah penarinya cantik-cantik? Memuaskan konsumen tari Galombang adalah pekerjaan yang harus dilakukan, supaya order selalu berdatangan, motivasinya adalah uang. Menurut Damsar (2006:34) uang bukan sekedar ekspresi simbolik dari aspek-aspek kehidupan, tetapi uang juga merupakan ekspresi simbolik dari aspek kehidupan lainnya seperti sosial, budaya, politik dan agama.
Tari galombang kreasi yang didominasi oleh perempuan yang cantik-cantik dengan pakaian-pakaian adat yang serba keemasan ini juga seringkali digunakan untuk penyambutan pelancongan. Dalam kehidupan masyarakat galombang sangat besar maknanya, apalagi dalam upacara perkahwinan, galombang merupakan simbol kepada tingkatan sosial masyarakat.
Kehadiran tari galombang dalam suatu majelis perkahwinan akan lebih dinilai sebagai harga diri dan gengsi sosial. Kemampuan masyarakat kota dalam meresap seni secara artistik adalah yang berhubungan dengan teks seni, glamour, molek dan cantik untuk ukuran penari. Disinilah peran koreografer dalam berkreasi sangat ditentukan oleh permintaan seni persembahan. Semakin artistik karya seni tari yang ditampilkan maka semakin laris dan muncul kreasi-kreasi yang berorientasi pada selera penikmat atau pemesan. Hal ini juga sangat dipengaruhi oleh keberadaan industri pelancongan, dimana ketika terjadi kontak antara masyarakat tempatan dengan industri pelancongan maka seniman akan mencipta seni persembahan yang terkategori kepada art acculturation.

E.     Tahap-tahap Tari Galombang
Di sebuah gedung bersiap penari galombang yang terdiri dari 5 kumpulan, kumpulan pesilat 4 orang lelaki, kumpulan penari galombang 10 orang, 4 orang kumpulan penari jamba, 4 orang penari piring, dan 3 orang penghantar sekapur sirih. Kemudian tetamu sampai , bersamaan MC (pengacara) mengucapkan pantun yang berbunyi:
Bungo cimpago jo bungo rampai (Bunga cempaka dan bunga rampai)
Hiyasan sanggua bidodari (hiyasan sanggul bidadari)
Jauah bajalan kini lah sampai ( jauh berjalan kinilah sampai)
Bapak lah tibo ditampek kami (bapak sudah sampai di tempat kami)
Dietong kilek jo piobang (dihitung kilat dan piobang (sejenis binatang),
Bundo kanduang alah malenggang (bunda kandung sudah melenggang),
Disonsong silek jo galombang (dijemput dengan tari galombang),
Tando rang Minang baralek gadang (tanda orang Minangkabau pesta besar)

Musik gendang dan tasa diiringi bunyi talempong dan tiupan sarunai bersamaan dengan gerakan penari galombang. Empat orang penari laki-laki dengan barisan 2 berbaris ke belakang, serempak bergerak pencak yakni meneriakkan ap... sambil bertepuk, melakukan gerak langkah satu, langkah duo, dan langkah tigo, sambil melangkah ke depan, berputar, disertai gerak tangan menyiku dan menusuk, kemudian melakukan beberapa variasi gerak silat seperti menyerang, menangkis, menyepak dan menerjang, yang diakhiri dengan sambah hormat kepada kedua tetamu. Gerak yang berkesan tangkas, gesit, dan tajam tersebut lebih mengutamakan keindahan gerak tarian dari pada mengekspresi silat Minangkabau yang aslinya. Di belakang menyusul 10 orang penari wanita, masih dalam pola lantai 2 berbanjar, dengan lembut merentang kedua lengan ke samping dan perlahan-lahan bergerak ditempat dengan gerak tanang dan simpie. b
Dengan serentak mereka bergerak maju dengan gerak anak main, lapieh jarami. dan lenggang karaie. Di belakang penari itu menyusul pula 4 orang penari wanita yang memegang dulang yang disebut jamba. Dengan lemah gemulai sambil tersenyum penari tersebut terus menari ke depan hingga akhirnya mereka berada pada barisan paling depan pas di depan penganten. Jamba digerakkan ke atas dan ke bawah, ke kiri ke kanan seperti melukis setengah bulatan di udara. Di belakang penari jamba terlihat pula 4 orang penari piring dengan pergerakan yang dinamik dan lincah, harmoni sekali dengan pergerakan penari jamba dan barisan galombang yang bergerak lemah gemalai.
Di barisan paling belakang dengan perlahan-lahan terus berjalan tiga orang wanita memakai pakaian adat yang lengkap, salah satunya memegang carano berisikan sekapur sirih yang akan disuguhkan kepada tetamu. Tarian yang telah dideskripsikan di atas adalah tari galombang kreasi yang didominasi oleh penari wanita. Tarian seperti itu telah mentradisi pula berkembang di tengah masyarakat terutama di kota Padang dan selalu digunakan untuk penyambutan tamu. Tidak hanya untuk menyambut pelancong, namun juga dipersembahkan untuk menyambut penganten pada majelis perkahwinan.
Bagi acara tertentu di kalangan pejabat pemerintah tari galombang selalu digunakan untuk menyambut camat hingga Presiden, para pengusaha dan para wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat khususnya di Kota Padang. Koreografinya sudah tertata secara profesional, sehingga dapat memberikan sajian estetis kepada tamu dan merupakan kebanggaan pula bagi yang punya acara jika dapat menjemput tari galombang untuk disajikan kepada tamunya. Semakin bervariasi koreografi tari galombang yang ditarikan dalam sebuah pesta, semakin tinggi pula kebanggaan atau “gengsi” seseorang atau semakin tinggi nilai penghormatan kepada tetamu.
Pada awalnya gerak-gerak yang terdapat pada tari Galombang bersumber dari pergerakan pencak silat iaitu kreasi dari pelbagai jenis silat Minangkabau. Pergerakan tersebut terdiri dari langkah duo, langkah tigo, dan langkah ampek. Pergerakan silat tersebut divariasikan dengan pergerakan tangan dan liukan badan (gelek) dan pelbagai kreativiti sehingga menjadi sebuah tarian. Bentuk tari galombang tersebut terdapat di Setiap kenegarian di Sumatera Barat dengan pelbagai versi, tergantung kepada jenis silat apa yang terkenal di nagari itu. Para penari yang cantik-cantik itu tampil dengan pakaian adat Minangkabau yang
penataan busananya hampir sama dengan pakaian penganten (anak daro) dengan sunting dan baju penuh manik-manik. Koreografi tari galombang dari segi desain gerak, pola lantai, musik, busana, dan tata rias pun memunculkan bentuk-bentuk yang bervariasi pula. Tari Minangkabau yang didominasi oleh penari remaja berwajah cantik ini disebut Sal Murgiyanto dengan istilah Tari Minang Molek (Nerosti: 2000). Tari galombang Minang Molek yang ditarikan oleh banyak wanita dengan busana keemasan tersebut sangat diminati oleh masyarakat kota. Dalam perkembangan seni persembahan, ia dapat merefleksi ajaran-ajaran tentang tari yang telah didapati. Lewat refleksi ini diharapkan ia dapat pula mencipta sesuatu yang baru, karena ada perubahan baik pandangan maupun kedudukannya.

Kesimpulan
(1)   Tari galombang pada upacara penghulu sebagai simbol status sosial adat yang kuat adalah art by destination .
(2)   Berlakunya akulturasi sebagai impak daripada berkembangnya industri pelancongan merupakan potensi yang menjayakan tari galombang terus menerus berfungsi di tengah masyarakat Minangkabau yang juga sedang berubah.
(3)   Tari Galombang sangat potensi dalam industri pelancongan, art by metamorfosis, yang mengalami perkembangan koreografi, merupakan faktor profesional yang ditandai dengan kreativiti seorang koreografer yang dengan arif menyesuaikan dengan perubahan dan kondisi.
(4)   Perubahan itu ditandai dengan perubahan ikon lelaki menjadi ikon perempuan adalah suatu kemajuan yang sangat erat hubungannya dengan intelektual, sosial budaya dan gaya hidup (status sosial) masyarakat Minangkabau di kota Padang.


Artikel Daun Pisang, Alat Pembungkus Makanan Yang Banyak Manfaatnya

Pisang merupakan tumbuhan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar tempat kita tinggal. Belum banyak orang yang mengetahui bahwa tumbuhan pisang dapat dimanfaatkan semua komponennya untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti pohon pisang yang dapat digunakan kulitnya sebagai tali untuk mengikat benih padi. Buah dan jantung pisang juga dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi dan tunasnya dapat digunakan sebagai bibit baru pisang.

Daun Pisang juga dapat digunakan sebagai pengganti piring dan kotak makanan. Ternyata menggunakan daun pisang sebagai wadah dan pembungkus makanan memiliki banyak kelebihan diantaranya adalah :
Daun Pisang
Daun Pisang sumber foto arbamedia


1. Hemat
Menggunakan daun pisang sebagai pembungkus nasi atau makanan lain dapat menghemat biaya untuk membeli piring atau kotak makanan.

2. Wangi
Menggunakan daun pisang sebagai tempat makanan atau pembungkus makanan membuat makanan menjadi wangi dan baunya enak. Tidak jarang rumah makan khas tradisional menjadikan daun pisang sebagai alas tempat makanan.

3. Bahan Organik
Daun pisang termasuk bahan organik karena berasal dari pohon pisang, dan bila nantinya di buang daun pisang dapat mudah diurai oleh organisme yang ada dalam tanah. Dibandingkan dengan plastik yang susah terurai bahkan dapat awet sampai berpuluh-puluh tahun.

4. Mudah di dapatkan
Daun pisang mudah ditemukan di lingkungan sekitar karena pohon pisang mudah ditanam dan juga tidak perlu perawatan yang ekstra. cukup diberi pupuk seperlunya, pohon pisang dapat tumbuh dengan subur.

5. Multi fungsi
Daun pisang selain sebagai alas makanan atau pembungkus nasi ternyata memiliki kegunaan lain, seperti daun pisang dapat digunakan untuk pembungkus makanan onde-onde, lepat pisang atau sagu, pembungkus lemang,dan lain sebagainya.

6. Lebih Digemari
Tidak jarang tempat makanan yang menggunakan daun pisang sebagai alas makanan dan pembungkus makanan seperti sate, gado-gado, pecel dan makanan lainnya lebih digemari karena memiliki daya tarik karena memiliki aroma yang khas.

Daftar Nama-nama Alat Musik Tradisional Nusantara Indonesia Berdasarkan Abjad

Inilah Daftar Nama-nama Alat Musik Tradisional Nusantara Indonesia Berdasarkan Abjad
Indonesia adalah negara Kesatuan yang di dalamnya terdapat berbagai macam suku bangsa dan budaya. Dari Sabang sampai Merauke, membuktikan bahwa negara Indonesia sangat kaya, selain kaya akan sumber daya alamnya Indonesia juga kaya dengan alat musik tradisionalnya.
Berikut adalah daftar nama-nama alat musik tradisional beserta bahan dasar pembuatannya dengan susunan abjad.
Gambar Saluang

Nama Alat Musik

Nama Daerah
Angklung
:
alat musik dari bambu yang berasal dari Jawa Barat
Anak Becing
:
alat musik tradisional Sulawesi Selatan ini berupa dua batang logam seperti pendayung.rumah adat : Rumah Tongkonan
Alosu
:
alat musik daerah Sulawesi Selatan ini berupa kotak anyaman daun kelapa yang berisi biji-bijian
Atowo
:
mirip seperti genderang yang berasal dari Papua.
Arumba                
:
alat musik daerah Jawa Barat yang terbuat dari bambu.
Aramba
:
mirip seperti bende, berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara
Basa-Basi
:
alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan, bentuknya seperti terompet dan terbuat dari bambu
Babun
:
alat musik tradisional ini mirip seperti kendang, asalnya dari Provinsi Kalimantan Selatan
Calung
:
alat musik daerah Jawa Barat yang terbuat dari bambu
Cungklik
:
alat musik tradisional Indonesia yang mirip seperti kulintang yang terbuat dari kayu, asalnya dari daerah Lombok (NTB).
Doli-doli
:
Alat musik asal Pulau Nias, Sumatera Utara ini berupa empat bilah kayu lunak
Dog-dog
:
mirip seperti genderang, asalnya dari Jawa Barat
Druri Dana
:
alat musik daerah Pulau Nias, Sumatara Utara yang berupa bambu yang dikerat seperti garpu penala
Faritia
:
aramba kecil yang berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara
Floit
:
alat musik daerah Maluku yang berupa seruling bambu
Foi Mere
:
mirip seperti serung yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur
Gamelan Bali
:
Gamelan yang berasal dari Provinsi Bali
Gamelan Jawa
:
Gamelan yang berasal dari daerah Jawa
Gamelan Sunda
:
Gamelan yang berasal dari Provinsi Jawa Barat
Garantung
:
alat musik tradisional yang berupa bilah-bilah kayu yang digantung yang berasal dari Tapanuli, Sumatera Utara.
Gerdek
:
seruling tempurung yang berasal dari daerah Kalimantan
Gonrang
:
alat musik asli Indonesia ini berasal dari daerah Simalungun, Sumatera Utara, bentuknya mirip seperti kendang
Hapetan
:
sejenis kecapi yang berasal dari Tapanuli, Sumatera Utara
Kecapi
:
gitar kecil yang terdiri dari dua dawai yang banyak ditemukan diberbagai daerah diseluruh wilayah Indonesia
Keloko
:
alat musik ini berasal dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, bentuknya terompet kulit kerang
Kere-kere Galang
:
sejenis rebab yang berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan
Keso-keso
:
sejenis rebab yang berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan
Kinu
:
alat musik dari Pulau Roti bentuknya serupa dengan seruling
Kledi
:
alat musik dari Kalimantan ini dimainkan dengan cara ditiup
Kolintang
:
alat musik tradisional yang berupa bilah-bilah kayu yang tersusun diatas kotak kayu, asalnya berasal dari Minahasa, Sulawesi Selatan
Lembang
:
serung panjang yang berasal dari daerah Toraja, Sulawesi Selatan
Nafiri
:
alat musik dari Maluku ini dimainkan dengan cara ditiup
Popondi
:
alat musik daerah Toraja, Sulawesi Selatan ini dimainkan dengan cara ditiup
Rebab
:
alat musik yang dimainkan dengan cara digesek yang berasal dari Jawa Barat
Sampek
:
sejenis gitar yang berasal dari daerah Kalimantan
Sasando
:
alat musik petik yang berasal dari Nusa Tenggara Timur
Seluang
:
seruling bambu yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat.
Siter atau Celempung
:
alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipetik yang berasal dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Talindo
:
alat musik petik yang berasal dari Sulawesi
Talempok Pacik
:
alat musik dari daerah Sumatera Barat ini seperti gong kecil yang dimainkan denga cara dipukul.
Tifa
:
Genderang kecil yang berasal dari timur Indonesia
Toto Buang
:
sejenis telempong yang berasal dari daerah Maluku

Cara Mudah Sharing Printer (Berbagi Printer) pada Server beserta Alat yang Digunakan

Sharing printer maksudnya adalah berbagi satu printer dengan lebih dari 1 komputer. Dalam printer sharing ada Komputer Server dan ada Komputer Client. Maksudnya Komputer Server sebagai komputer yang langsung di Install driver printer, dan Client adalah pemakai printer yang menggunakan komputer server sebagai mediumnya.

Adapun alat yang digunakan untuk sharing printer adalah sebagai berikut :
1. Menggunakan HUB (alat yang digunakan sebagai tempat colokan kabel konektor LAN).
2. Sediakan kabel LAN yang sudah dipasangkan konektor (untuk menghubungkan jaringan komputer server dengan client)
3. CD Driver Printer atau diver printer yang sudah di donwload.

Cara melakukan Sharing Printer :
1. Pasangkan konektor LAN pada komputer server dan komputer klien dan HUB yang sudah disediakan.
2. Aturlah IP address masing-masing komputer supaya pencetakan client dapat berjalan lancar.
3. Buka menu sharing printer dengan cara klik jendela windows
Menu Devices adn Printer
Gambar 3. Menu Devices adn Printer

7. Pilih Devices dan Printer
8. Klik kanan pada printer yang sudah hidup (ceklis hijau)
Gambar 4. Printer Properties

9. Pilih printer properties
10. Pilih sharing
Gambar 5. Menu Sharing Printer
11. Dan ceklis share this printer dan pilih apply lalu ok.
12. Printer sudah siap di share

Nah tinggal menghubungkan printer sharing dengan komputer clien, Karena penjelasannya cukup panjang teman-teman bisa membaca artikel tentang cara mensetting printer sharing di komputer client.